Minggu, 19 Desember 2010

bawang bombay( A lli u m sepa) yang bertujuan untuk mendapatkan senyawa flavonoid

Abstrak
Penelitian ini menggunakan bahan baku bawang bombay( A lli u m
sepa) yang bertujuan untuk mendapatkan senyawa flavonoid

melalui metode isolasi dan analisis melalui uji teknik kromatografi dan spektroskopi. Hasil analisis KLT etape pertama
menunjukkan
keseimbangan
teknik

dengan menggunakan eluen etil asetat : petroleum benzena dengan rasion (1:1), 5 spot independensif. Analisis spektrofotometer UV menunjukkan standar relatif serapan maksimum pada 368 nm. Ekstraksi kasar dengan etil asetat sebanyak 4,2519 g dalam 200 g bahan utama bawang bombay menghasilkan kadar air 14,64% b/b,rendemen 2,49 %b/b. Eluen terbaik dengan KLT episode terakhir adalah etil asetat:petroleum benzena (5:5) dengan 5 noda independemental. Analisis spektrofotometer FTIR dan UV- VIS menghasilkan spektrum yang menunjukkan adanya senyawa kuersetin pada fraksi bahan uji.
PENDAHULUAN

Flavonoid merupakan salah satu kelompok senyawa metabolit sekunder tumbuhan yang bernama polifenol, golongan lain adalah antosianidin, biflavon, katekin, flavanon, flavon, dan flavonol (Cuebas 2007). Flavonoid dapat melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang timbul dari proses kimia normal dalam tubuh dan pengaruh lingkungan seperti asap rokok dan polusi.

Salah satu jenis flavonoid yang memiliki aktivitas farmakologi yang cukup tinggi adalah kuersetin. Kuersetin merupakan senyawa dari golongan flavonol dan banyak terdapat pada buah apel, umbi bawang, anggur merah, dan beberapa jenis buah lainnya. Senyawa ini mempunyai efek farmakologi yang relatif kuat apabila dibandingkan dengan asam askorbat, apabila asam askorbat mempunyai kemampuan antioksidan relatif 1, maka kuersetin mempunyai kemampuan antioksidan relatif 4,7 (Cuebas 2007).

Beberapa turunan flavonoid senyawa kuersetin dari beberapa jenis tumbuhan dapat ditemukan pada sumber tanaman :(i ) Bawang merah, ceri, apel, brokoli, tomat, beri, teh; yang mengandung Kaemferol, myricetin, kuersetin, rutin yang tergolong dalam kelompok Flavonol.(ii ) Parsley yang mengandung senyawa Apigenin, chrysin, luteolin dari kelompok Flavon(iii ) Apel dan teh dengan kandungan
senyawa
Catechin,
gallocatechin,
digolongkan ke dalam senyawa Flavanol(iv ) Jeruk
dengan
kandungan
Eriodictyol,
hesperitin,
naringenin yang dikelopokkan ke dalam Flavanon
(v) serta jeruk lemon yang mengandung Taxifolin
dikategorikan ke dalam kelompok Flavanonol.

Aspek farmakologi flavonoid yang begitu besar menarik minat banyak peneliti untuk mengembangkan
berbagai
metode

untuk mendapatkan dan mengidentifikasi senyawa ini dari berbagai jenis tumbuhan. Metode ekstraksi banyak dilakukan untuk isolasi senyawa ini dengan berbagai teknik analisis instrumental untuk mengidentifikasi senyawa flavonoid dari jenis tumbuhan tersebut.

Senyawa ini merupakan bagian dari kelompok besar senyawa polifenol. Flavonoid dicirikan oleh struktur C6-C3-C6. Struktur flavonoid dalam tumbuhan akan berikatan dengan senyawa lain seperti gula membentuk suatu glikosida atau dalam bentuk aglikon (Kaufman 1999).
Kuersetin
termasuk
dalam

golongan flavonol, senyawaan flavonol berbeda dengan struktur umum flavonoid dengan keberadaan substituen karbonil dan hidroksil pada cincin C

Bawang Bombay merupakan salah satu jenis bahan yang sering digunakan untuk bumbu masak dan diduga mengandung senyawa kuersetin. Bagian bawang yang dimanfaatkan untuk proses ini adalah bagian umbi. Bawang bombay (Allium cepa) termasuk ke dalam Kindom Plantae, Divisi Magnoliphyta, Kelas Liliopsida, Ordo Asparagales, Famili Alliaceae, genus Allium, dan dengan Spesies
A. cepa.

Khasiat yang terdapat di dalam bawang bombay ini
tidak lepas dari kandungan senyawa aktif
didalamnya. Kandungan kimia yang terdapat dalam
setiap 100 g umbi bawang bombay menurut Food
and Nutrition Research Center (1964) bahwa
kandungan kimia bawang bombay per 100 gram
sebgai berikut : kalori (zat besi) 0,70 mg, protein
(Natrium) 11 mg, lemak (Kalium) 102 mg,
karbohidrat (Niasin) 0,40 mg, serat (Vitamin B1)

2
0,03 mg, kadar abu (Vitamin B2) 0,02 mg, Kalsium
(Vitamin C) 5,0 mg dan Fosfor 63 mg.
Tujuan penelitian

ini adalah untuk mengisolasi senyawa flavonoid dari bawang bombay (A. cepa) dan menganalisis senyawa kuersetin dengan menggunakan teknik kromatografi dan spektroskopi.



BAHAN DAN METODE
A. Bahan dan Alat

Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah bawang bombay, etil asetat, petroleum benzena, metanol, standar kuersetin, dan kertas saring. Alat-alat yang digunakan adalah oven, radas ekstraksi, seperangkat alat gelas, rotary evaporator, flash kromatografi tipe Flash Buchi Pump Manager 632 dengan menggunakan kolom silika, plat KLT, Spektrofotometer FTIR Bruker jenis Tensor 37, dan Spektrofotometer UV-VIS Shimadzu Pharmaspec 1700 Double Beam.
B. Metode (Modifikasi dari Amico et al.
2004 dan Yuldashev et al. 1999)
HASIL DAN PEMBAHASAN

Bawang bombay segar sebanyak 3 kg dipotong tipis dengan ukuran seragam. Potongan- potongan bawang ini kemudian dikeringkan dalam oven bahan pada suhu ± 40°C selama 5×24 jam sehingga didapatkan bahan kering sekitar 580 g. Bahan hasil pengeringan tersaji pada Gambar 4.
Gambar 4. Bawang bombay kering.

Bahan kering ini kemudian dihancurkan untuk memperkecil ukuran. Bahan ini kemudian digunakan untuk penentuan kadar air dan ekstraksi dengan metode maserasi. Metode maserasi dilakukan dengan menggunakan sampel seberat 200 g dan direndam dengan etil asetat 500 ml. Proses maserasi dilakukan dengan tiga kali pengulangan. Hasil maserasi ini kemudian dipekatkan dengan menggunakan rotary evaporator dan akan didapatkan ekstrak kasar. Ekstrak kasar dari hasil maserasi diperoleh sebanyak 4,2519 g. Ekstrak ini kemudian yang dipisahkan lebih lanjut (Gambar 5).
Gambar 5. Proses ekstraksi dengan metode maserasi sampel
bawang bombay.
Kadar Air, Rendemen, dan Uji Fitokimia

Penentuan kadar air dilakukan dengan mengukur sejumlah air yang ada di dalam bahan. Penentuan
kadar
air
dilakukan

dengan mengeringkan bawang bombay hasil pengeringan oven pada suhu 105°C. Hasil penentuan kadar air menunjukkan sampel mempunyai kadar air sebesar 14,64% b/b. Kadar air sampel yang relatif tinggi ini menandakan pengeringan yang kurang sempurna walaupun telah berlangsung dalam waktu yang relatif lama. Pengaruh dari kadar air ini adalah

Khasiat Tanaman / Herbal Indonesia


Lempuyang Emprit
= Zingiber Amaricans

Kandungan senyawa :
Minyak Atsiri = Sekuiterpenketon (u/ turunkan panas)

umumnya yg digunakan adl : rimpangnya (warnanya putih kekuningan, rasanya pahit)


Kunyit = Curcuma Longa


Kandungan senyawa :
Minyak Atsiri, Curcumin, turmeron & Zingiberen yg berfgs sbg anti-bakteri, anti-oksidan & anti-inflamasi (anti-radang).

Selain sbg penurun panas, campuran ini jg dpt meningkatkan daya tahan tubuh.
Umumnya yg digunakan adl : rimpangnya, (warnanya pranye)


Sambiloto = Andrographis Paniculata


Seluruh bagian tanamannya dpt digunakan (daun & batang)

Kandungan senyawa :
Andrografolid Lactones (zat pahit), diterpene, glucosides & flavonoid yg dpt menurunkan panas, mineral (K, Ca, Na)
Andrografolid : u menurunkan gula darah

Penelitian di Thailand bhw : 6 gr sambiloto sama efektifnya dgn parasetamol.

Khasiat :
Atasi kencing-manis, meningkatkan kekebalan tubuh, atasi hepatitis, disentri, flu, demam, radang amandel, radang ginjal, paru, bronchitis, atasi kanker, TBC, hypertensi, kusta, keracunan, kencing nanah, kencing manis.


Pegagan = Centella Asiatica L. = Daun Kaki Kuda


Tumguh liar dipadang rumput, tepi selokan, sawah atau ditanam sbg penutup tanah, sbg tanaman sayur, merayap menutupi tanah, daun warna hijau berbentuk spt kipas ginjal.
Hidup ditanah yg agak lembab, cukup sinar matahari atau agak terlindung.
Dapat ditemukan didataran rendah sampai daerah dgn ketinggian 2.5 m dpl.

Kandungan senyawa :
Triterpenoid, saponin, Hydrocotyline & Vellarine.

Kandungan Kimia :
Asam Asiatat, B-Karioneta, B-Kariofilen, B-Elemena, B-Farnesen, B-Sitosterol, Brahminosida, Asam Brahmat, Brahmosida, Asam Sentelat, Asam Sentolat, Asam Elaiodat, Iso-Tankunisida.

Manfaat : utk penurun panas, re-vitalisasi tubuh & pembuluh darah, memperkuat struktur jaringan tubuh, radang hati disertai kuning.
Pegagan bersifat menyejukkan/mendinginkan, menambah tenaga & menimbulkan selera makan.
Digunakan u memperlancar aliran darah ke otak (makanan otak), shg tajam berfikir & meningkatkan saraf memory otak.

Daun :
Re-Vitalisasi sel & pembuluh darah, anti-infeksi, anti-bakteri, menurunkan panas & demam, diuretic, pembengkakan hati, meningkatkan kesuburan wanita, mengurangi gejala asma, mengobati hipotensi.

Herba :
Radang hati disertai kuning, campak, demam, sakit tenggorokan, asma, bronchitis, radang pleura, radang mata merah, keputihan, infeksi, batu saluran kencing, tekanan darah tinggi/hipertensi, rheumatism, pendarahan (muntah darah, batuk darah, mimisan, kencing darah), wasir, sakit perut, disentri, cacingan, tdk nafsu makan, lepra, TBC, keracunan makanan (jengkol, udang, kepiting), keracunan bhn kimia/obat2an.


Temulawak = Curcuma Xanthorhiza Roxb

Tumguh liar dihutan jati & padang alang2, biasa terdpt ditempat terbuka yg terkena sinar matahari & tumbuh didataran rendah sampai dataran tinggi.
Hasil maximal baiknya ditanam pd ketinggian 200-600 m dpl.

Penampilan mirip temu putih, hanya warna bunga & rimpangnya berbeda.
Bunga temulawak berwarna putih kuning atau kuning muda, sdgkan temu-putih berwarna putih dgn tepi merah.
Rimpang temulawak berwarna jingga kecoklatan, sdgkan rimpang bagian dalam temu-putih berwarna kuning muda.

Temulawak memiliki zat aktif : Germacrene, Xanthor-rhizol, Alpha-Betha-Curcumena, dll.

Manfaat :
Sbg anti-inflamasi (anti-radang), anti-biotik, meningkatkan produksi & sekresi empedu, segarkan badan.
Sejak dulu digunakan sbg : obat penurun panas, merangsang nafsu makan, mengobati sakit kuning, diare, maag, perut kembung & pegal2.

Kegunaan :
Menurunkan kolesterol, panas badan, sakit kuning, radang ginjal, radang kronis, kandung empedu, mencegah peny. Hati, menghilangkan rasa nyeri, menyegarkan badan, perut kembung, sembelit, diare, mengurangi rasa nyeri sendi, pegal linu, rematik, menambah ASI, memulihkan kesehatan stl melahirkan, haid tdk lancer, wasir, tonikum & anti-bakteri.


Temu Putih = Curcuma Zedoaria

Tumbuh ditanah yg gembur, subur, mengandung bhn organic yg tinggi, drainase yg baik.
Temu putih dpt tumbuh pd ketinggian 250-1000 m dpl.

Kandungan Kimia :
Ribosome Inacting Protein (RIP), Zat Anti-oksidan.

Kegunaan :
Nyeri waktu haid, tdk datang haid, pembersih darah stl melahirkan, memulihkan gangguan pencernaan makanan, sakit perut, rasa penuh & sakit didada, limpa, anti-kanker, atasi kista, masalah pada perut.


Bawang Merah = Allium Cepa L.


Kandungan senyawa :
Minyak Atsiri, Sikloaliin, Metilaliin, Kaemferol, Kuersetin & Floroglusin.


Daun Kembang Sepatu = Hibiscus Rosa Sinensis

Selain daun kembang sepatu, dpt jg digunakan daun sirih atau daun kapuk.

Kembang sepatu mengandung : Flavonoida, Saponin & Polifenol.
Daun Sirih mengandung : Flavonoida, Saponin, Polifenol & Minyak Atsiri.
Daun Kapuk mengandung : Flavonoida, Saponin & Tanin.


Bawang Putih = Garlic = Allium Sativum


Terbuat dr suing bwg-pth pilihan mjd serbuk kering bwg-pth.

Khasiat :
Menurunkan kadar lemak darah shg mengurangi resiko peny jantung, menurunkan hypertensi, meningkatkan daya tahan tubuh, menormalkan sirkulasi & kolesterol darah, menormalkan penglihatan rabun dekat, memperbaiki sys pencernaan, mengurangi gejala rematik, atasi kesemutan, de-toxifikasi racun & efektif sbg anti-biotik, anti-bakteri, anti-jamur & keputihan.

Kontra :
Tdk dianjurkan untuk darah rendah & pasien alergi terhadap bawang putih & tukak lambung.

Side efek : gangguan lambung

Kolesterol : Salah satu jenis lemak yg dibuat di hati & ditemukan pada makanan hewani.
Kolesterol diperlukan oleh fungsi tubuh yg penting untuk : Membangun dinding sel, lindungi jaringan saraf, membuat hormone.
Bila kelebihan kolesterol akan berdampak negative.

Type kolesterol :
k. Baik = HDL = High Density Lipo-protein : HDL dlm jml tinggi diperlukan u angkut LDL dr darah -> back ke hati u dihancurkan
k. Jahat/Buruk = LDL = Low Density Lipo-protein :Kadar LDL yg tinggi sebabkan : hypertensi, jantung, stroke, gagal ginjal.

Kolesterol sebabkan terbentuknya plak pd dinding pembuluh darah shg pembuluh drh mjd sempit, sp supply Oksigen u jar tbh macet.
Bila pembuluh drh yg macet pd : jantung -> serangan jantung, pd otak -> Stroke, pd ginjal -> gagal ginjal.

Dr. Yu-Yan Yeh : “Garlic include seny = Allir-Sulfur u hambat bio-sintesis kolesterol did lm hati.

Kandungan kimia :
Minyak atsiri, senyawa fosfor, tuberkulodis, dsb.


Meniran = Phyllanthus Ninuri L.


Tinggi tanaman hingga 1 m, tumbuh liar, daun berbentuk bulat tergolong daun majemuk bersirip genap.
Seluruh bagian tanaman ini dpt digunakan.

Kandungan senyawa :
Lignan, Flavonoid, Alkaloid, Triterpenoid, Tanin, Vitamin-C, dll.

Manfaat :
Menurunkan panas & meningkatkan daya tahan tubuh.


Lidah-Buaya = Aloe-Vera L.


Tumbuh liar ditempat berudara panas tapi sering ditanam di pot & pekarangan rumah sbg tanaman hias.

Kandungan kimia :
Aloin, Barbaloin, Aloe-Emolin, Aleonin, Aloesin

Kegunaan :
Anti-biotik, penghilang rasa sakit, merangsang pertumbuhan sel baru pd kulit, cacingan, susah buang air kecil, sembelit, batuk, diabetes, radang tenggorokan, menurunkan kolesterol.


Bee-Pollen


Bee-pollen adl : Serbuk sari bunga jantan yg diambil oleh lebah & digunakan sbg makanan pokok dari seluruh koloni lebah madu. (tepung sari bunga)

Kandungan kimia :
Protein (asam amino bebas), Vitamin (B-Complex & Asam Folat, Vit A-C-D-E), Beta-carotene, selenium, Lesitin, karbohidrat, mineral.
Asam Glutamat : zat aktif u sel jar. Otak, nafsu-makan pd anak, atasi epilepsy.

Kegunaan :
Meningkatkan daya tahan/kekebalan tubuh, memperlambat proses penuaan & menghaluskan muka, menurunkan kolesterol, memperlancar fungsi pencernaan, mengobati asma, meningkatkan kesuburan bagi pria & wanita, lancarkan peredaran darah merah & meningkatkan kadar Oksigen hingga 25% lebih banyak u konsentrasi & daya piker tajam dari anak2 s/d dewasa, tingkatkan stamina & vitalitas tubuh, turunkan kolesterol, atasi asma.


Bangle = Zingiber Purpureum Roxb. Purple-Ginger.


Tumbuh pd daerah yg cukup kena sinar matahari
Khasiat :
Mengurangi lemak tubuh -> mengurangi berat badan, pelangsing.
Sembuhkan cacingan, demam, masuk-angin, gangguan mata, pusing krn deman, nyeri sendi, perut mulas, sakit kuning, peluruh kentut/Karminatif, peluruh dahak/Expectorant, pembersih darah.

Dalam rimpang bangle terdpt zat aktif u tingkatkan aktifitasenzim Lipase u hidrolisis lemak tubuh

Bangle tidak disarankan u ibu hamil.

Khasiat bangle dgn herbail lain= ok

Kandungan kimia :
Minyak atsiri (sineol, tinen), dammar, pati, flavonoid & tanin


Celery = daun Seledri = Apium Graviolen L.


Yang digunakan : daun & batangnya.
Daun & batang seledri paling byk simpan kandungan aktif yg berkhasiat.
Akar seledri dihindari karma terdapat racun.

Khasiat :
Ringankan gejala hypertensi ringan, normalkan kadar asam urat dlm darah, me(-)i rasa sakit pd sendi akibat asam-urat, lancarkan sirkulasi darah, turunkan tekanan darah, normalkan gula darah, jaga kesehatan jantung, tulang, sendi & atasi infeksi saluran kencing & menetralisir efek degeneratif & radikal bebas.

Kandungan Kimia :
glikosida, Apiin, Isoquersetin, Umbilliferon, Mannite, Inosite, Asparagin, Glutamin, Cholin, Linamaros, Pro-vitamin A, Vit-B, Vit-C.
pada daun : Minyak Atsiri, protein, Kalsium, garam fosfat.

Tidak disarankan : Penderita darah rendah


Kumis-Kucing = Orthosiphon Aristatus O.

Khasiat daun :
Meluruhkan batu urin/batu-ginjal, menurunkan kadar gula darah, rematik, anti-radang & melancarkan air seni

Kandungan Kimia :
Senyawa Kalium, glukosida, minyak atsiri, sapotonin, ortosifonida & flavon (sinansetin, cupatorin, scutellarein, tetra-metil eter, salvigenin, rhamnazin)

Kandungan Saponin & Tannin pd daun bisa jg mengobati keputihan.

Kandungan ortosifonin & garam Kalium (terutama pd daunnya) adl: komponen utama yg membantu larutnya asam urat, fosfat & oksalat dlm tubuh manusia (terutama dlm kandung kemih, empedu maupun ginjal) shg dpt cegah endapan batu ginjal


Mahkota Dewa = Phaleria Macrocarpa

Khasiat buah :
Anti-kanker, anti-tumor, anti-disentri, anti-insekta, hepato-toxic, atasi diabetes, hypertensi, hepatitis, rematik & asam urat

Buahnya mengandung : :
Saponin, Alkaloid, Polifenol, Plavonoid, Lignan, Minyak Atsiri, Sterol (yg berkhasiat sembuhkan berbagai penyakit kronis spt kanker, diabetes mellitus dsb)

Kasiat daun :
Atasi TBC, radang mata & tenggorokan.

Wanita hamil & bayi dilarang konsumsi mahkota-dewa karma kandungan kimianya sangat aktif.
Kelebihan dosis : pusing & mual


Paria = Momordica Charantia L.

Khasiat :
Atasi batuk, radang tenggorokan, demam, malaria, nafsu-makan, sariawan. Diabetess, cacingan, disentri.


Sambung-Nyawa = Gynura Procumbens L.

Kasiat :
Anti-bakteri, obati jantung, radang tenggorokan, batuk, sinusitis, polip, amandel.


Daun Sendok = Plantago Mayor

Khasiat :
Atasi gangguan pd saluran kencing, batu-empedu & prostate (Sembuhkan radang saluran kencing, radang prostate)

Mengkudu = Noni

Khasiat buah :
Meningkatkan vitalitas tubuh, menurunkan gula darah & tekanan darah, anti-septic, anti-radang, penyembuhan liver, stroke.


Keladi Tikus = Rodent-Tuber = Typhonium Flagelliforme


Khasiat :
Hentikan &mengatasi kanker serta penyakit berat lain seperti hepatitis.
Tidak dianjurkan untuk direbus, hanya akan mengurangi khasiatnya saja.

Laporan Penelitian Pinang

 Abstrak


Biji pinang dikenal mengandung senyawa antioksidan sehingga
berpotensi sebagai antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari
efek penghambatan ekstrak etanolik biji pinang (EP) terhadap pertumbuhan
sel kanker payudara, MCF-7. Standardisasi ekstrak etanolik biji buah Areca
catechu (EP) dilakukan sesuai standar BPOM. Ekstraksi serbuk biji buah
Areca catechu dilakukan dengan menggunakan etanol 96%. Pengamatan
sitotoksik untuk mendapatkan nilai IC50 dan penghambatan proliferasi sel
(menggunakan uji doubling time) dilakukan dengan menggunakan metode
MTT. Pengamatan dan pemeriksaan apoptosis dilakukan dengan pengecatan
akridin oranye-etidium bromida (double staining). Hasilnya menunjukkan
bahwa perlakuan ekstrak etanolik biji buah Areca catechu (25-100 µg/mL)
selama 48 jam menghambat pertumbuhan sel sebesar 13-84% (IC50 77
µg/mL), sedangkan perlakuan arekolin (10-500 µg/mL) menghasilkan
penghambatan pertumbuhan sel sebesar 8-73% (IC50 180 µg/mL). Ekstrak
tersebut juga mampu menurunkan proliferasi sel serta memacu apoptosis.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanolik biji buah Areca
catechu (EP) memiliki efek antiproliferatif dengan menghambat pertumbuhan
dan memacu apoptosis.
Kata kunci: MCF-7, Areca catechu, antiproliferatif

Melawan Penyakit dengan Kayu Manis

Tren kembali ke obat tradisional tampaknya kian memberikan harapan. Selama ini, berbagai tanaman obat tradisional, termasuk kayu manis (Cinnamoman burmani), dianggap manjur untuk mengobati penyakit hanya berdasarkan warisan cerita dari mulut ke mulut.

Kayu manis merupakan rempah-rempah dalam bentuk kulit kayu yang biasa dimanfaatkan masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai penambah cita rasa masakan dan pembuatan kue, sejak dulu ia dikenal punya berbagai khasiat. Tak hanya sampai di situ, kayu manis juga saat ini sudah menjadi bagian dari bahan baku dalam industri jamu dan kecantikan.

Sifat kimia dari kayu manis ialah hangat, pedas, wangi, dan sedikit manis. Sementara itu, kandungan kimianya antara lain minyak atsiri, safrole, sinamadehide, eugenol, tanin, damar, kalsium oksanat, dan zat penyamak. Tanaman ini sangat cocok diusahakan di daerah beriklim tropis dengan curah hujan 2.000-3.000 mm per tahun dengan kelembahan udara yang tinggi dan musim kering yang pendek.

Ia dapat tumbuh baik di daerah berketinggian sampai 2.000 meter di atas permukaan laut. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat yang berlokasi di kebun percobaan Monako Lembang, menunjukkan bahwa jumlah dan mutu kulit kayu manis sangat dipengaruhi faktor-faktor jarak tanam, pemupukan, umur tanaman ketika panen, dan cara memanennya.

Cara memanen sebaiknya dengan cara pengupas kulitnya saja tanpa menebang pohonnya. Karena dinilai dapat memberi harapan yang baik ditinjau dari segi produksi dan fungsi tanaman sebagai pengawet tanah dan air. Di samping itu, dapat menunjang program penghijauan tanpa mengurangi nilainya sebagai komoditas ekspor.

Penyedap masakan

Kayu manis bila dicampurkan pada masakan, akan menambah segar dan nikmatnya masakan. Akan tetapi, pemberian kayu manis dalam masakan sebaiknya sesuai takaran. Misalnya, untuk masakan berkuah, campurkan kayu manis batangan kurang lebih 5 cm ke dalam seliter bahan cair. Untuk roti, kue atau yang lainnya, cukup tambahkan sekurang-kurangnya sesendok teh kayu manis bubuk.

Biasanya, rasa dan aroma kayu manis bubuk lebih tajam dibandingkan kayu manis batangan. Akan tetapi, kayu manis bubuk tidak dapat bertahan lama karena kayu manis bubuk mudah rusak dan aroma kayu manis akan hambar.

Khasiat

Menurut penjelasan pakar obat-obatan herbal, Prof. Hembing Wijayakusuma, kayu manis berkhasiat untuk obat asam urat, tekanan darah tinggi, maag, tidak nafsu makan, sakit kepala (Vertigo), masuk angin, diare, perut kembung, muntah-muntah, gernia, susah buang air besar, asma, sariawan, sakit kencing, dan lain-lain. Selain itu, kayu manis memang memiliki efek farmakologis yang dibutuhkan dalam obat-obatan. Kulit batang, daun, dan akarnya dapat dimanfaatkan sebagai obat antirematik, peluruh keringat (diaphoretik), peluruh kentut (Carminative), meningkatkan nafsu makan (Istomachica), dan menghilangkan sakit.

Sementara itu bagi yang punya darah tinggi, asam urat, perut kembung, masuk angin, mag, dan diare, manfaatkan resep berikut ini.

Untuk mengatasi tekanan darah tinggi, ambillah 2 jari kayu manis, 10 gram asam trengguli, 10 gram kencur, 15 gram daun sena, dan 20 gram daun saga. Lalu, rebuslah dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc. Air rebusan tersebut disaring dan diminum selagi hangat.

Resep lainnya, 1 jari kayu manis, 10 gram asam trengguli, 60 gram rambut jagung, dan 30 gram daun seledri, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 200 cc. Airnya disaring dan dinimum selagi hangat.

Untuk asam urat, ambillah sebesar ibu jari kayu manis, 5 gram biji pala, 5 butir kapulaga, 5 butir cengkih, 200 gram ubi jalar merah, 10 butir merica, dan 15 gram jahe merah. Ramuan tersebut direbus dengan 1.500 cc air, dan biarkan hingga tersisa 500 cc. Kemudian disaring dan tambahkan 200 cc air susu cair dan diminum.

Resep lain, seibu jari manis, 15 gram jahe merah, 5 gram biji pala, 5 butir kapulaga, 5 butir cengkih, dan 4 lembar daun sosor bebek. Rebuslah ramuan tersebut dengan 600 cc air hingga airnya tersisa 300 cc. Setelah itu, air rebusan disaring dan diminum.

Untuk mengatasi perut kembung dan masuk angin, ambillah 5 gram kayu manis, 10 gram jahe, 5 butir cengkih, 5 gram pulasari, 5 gram adas, 5 gram biji pala, dan gula aren secukupnya. Ramuan tersebut direbus dalam 800 cc air dan biarkan hingga tersisa 450 cc. Kemudian disaring dan diminum selagi hangat, 150 cc. Lakukan tiga kali sehari.

Untuk obat mag, rebuslah 10 gram kayu manis dengan 200 cc air dan biarkan hingga tersisa 100 cc, lalu disaring dan diminum selagi hangat.

Untuk mengobati diare, ambillah 5 gram kayu manis dan 5 lembar daun jambu biji. Ramuan tersebut direbus dengan 600 cc air dan biarkan hingga tersisa 300 cc. Air ramuan tersebut disaring dan ditambahkan gula secukupnya, kemudian diminum dua kali sehari, 150 cc.

Memang, jika dibandingkan obat-obat kimia modern, obat tradisional diyakini relatif aman. Setidaknya, Prof. Hembing Wijayakusuma membuktikan kemanjuran kayu manis dapat diandalkan.

5 Jenis Tanaman Obat Indonesia | Tanaman Obat Tradisional Beserta Gambar





Ketepeng Cina (Cassia alata, Linn.)
Nama Lokal :
Seven golden candlestik (Inggris), Ketepeng kebo (Jawa); Ketepeng cina (Indonesia), Ketepeng badak (Sunda); Acon-aconan (Madura), Sajamera (Halmahera),; Kupang-kupang (Ternate), Tabankun (Tidore); Daun kupang, daun kurap, gelenggang, uru’kap (Sumatera); Daun Sena
Bagian yang dipakai : Daun.
Khasiat / Manfaat Ketepeng Cina / Daun Sena
1. Panu, kurap
Bahan: 1 genggam daun ketepeng cina segar, sedikit tawas (atau 1 sendok makan kapur sirih)
Cara membuat: semua bahan direbus, dilumatkan sampai menjadi bubur
Cara menggunakan: digosokkan kuat-kuat pada kulit yang sakit, 2 x per hari
2. Sembelit (susah buang air besar)
Bahan: 7 lembar daun muda ketepeng cina segar,
Cara membuat: Bahan direbus dengan 2 gelas air hingga mendidih sampai menjadi 1 gelas
Cara menggunakan: diminum sekaligus
3. Sariawan
Bahan: 4 lembar daun ketepeng cina segar, garam secukupnya.
Cara menggunakan: dicuci bersih, dikunyah dengan garam secukupnya (seperti mengunyah sirih) selama beberapa menit, kemudian airnya ditelan dan ampasnya dibuang.
4. Cacing Keremi pada anak-anak
Bahan: 7 lembar daun ketepeng cina segar, asam secukupnya untuk menghilangkan bau, 2 sendok teh bubuk akar kelembak.
Cara membuat : Semua bahan direbus dengan 2 gelas air hingga mendidih sampai menjadi 1 gelas, disaring.
Cara menggunakan:  Sesudah hangat diminum

Rumput Mutiara
Hedyotis corymbosa synonim Oldenlandia corymbosa, Linn.
Nama Lokal :
Rumput siku-siku, bunga telor belungkas (Indonesia); Daun mutiara, rumput mutiara (Jakarta); Katepan, urek-urek polo (Jawa), Pengka (Makasar); Shui xian cao (China).

Gambar Tanaman Obat Rumput Mutiara – Hedyotis corymbosa
Bagian yg dipakai:
Seluruh tanaman, segar atau dikeringkan.
Khasiat / manfaat  Rumput Mutiara:
- Tonsilitis, pharyngitis, bronchitis, pneumonia, gondongan (Mumps).
- Radang usus buntu (Acute appendicitis).
- Hepatitis, cholecystitis.
- Penyakit radang panggul (Pelvic inflammatory disease), infeksi saluran kemih.
- Bisul (carbuncle), borok,
- Kanker: Lymphosarcoma, Ca lambung, Ca cervix, kanker payudara, rectum, fibrosarcoma, dan Ca nasopharynx.


Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa )
Nama Lokal :
Nama daerah :Simalakama (Melayu), makutadewa, makuto mewo, makuto ratu, makuto rojo (Jawa). NAMA ASING – NAMA SIMPLISIA Phaleriae Fructus (buah mahkota dewa).

Gambar Tanaman Obat Mahkota Dewa – Phaleria macrocarpa
Bagian yang digunakan :
Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat adalah daun; daging dan kulit buahnya. Daun dan kulit buah bisa digunakan segar atau yang telah dikeringkan, sedangkan daging buah digunakan setelah dikeringkan.
INDIKASI
Kulit buah dan daging buah digunakan untuk:
- disentri,
- psoriasis, dan jerawat.
Daun dan biji digunakan untuk pengobatan:
- penyakit kulit, seperti ekzim dan gatal-gatal.


Temu Putih
Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe.)
Nama asing : Zedoary,  Hidden Ginger, Red Leaf Spice Ginger Curcuma zedoaria

Gambar Tanaman Obat Temu Putih – Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe.
Kegunaan : Sebagai obat kudis, radang kulit, pencuci darah, perut kembung, dan gangguan lain pada saluran pencernaan serta sebagai obat pembersih dan penguat (tonik) sesudah nifas.



Tapak Dara (Catharantus roseus (L.) G. Don.)

Nama Lokal :
Perwinkle (Inggris), Chang Chun Hua (Cina); Keminting Cina, Rumput Jalang (Malaysia); Tapak Dara (Indonesia), Kembang Sari Cina (Jawa); Kembang Tembaga Beureum (Sunda)

Gambat Tanaman Obat Tapak Dara – (Catharantus roseus (L.) G. Don.)
Penyakit Yang Dapat Diobati :
Diabetes, Hipertensi, Leukimia, Asma, Bronkhitis, Demam; Radang Perut, Disentri, Kurang darah, Gondong, Bisul, Borok; Luka Bakar, Luka baru, Bengkak.
Sumber teks : iptek.net.id

Manfaat kayu manis untuk asam urat


Kayu manis adalah salah satu rempah yang biasa dimanfaatkan masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari. Selain sebagai bumbu penyedap masakan dan pembuatan kue, kayu manis sejak dulu dikenal memiliki berbagai khasiat. Bahkan, kayu manis saat ini sudah menjadi bagian dari bahan baku dalam industri jamu dan kosmetika.
04-stick
Kayu manis (Cinnamomum burmani) memang memiliki efek farmakologis yang dibutuhkan dalam obat-obatan. Tumbuhan yang kulit batang, daun, dan akarnya bisa dimanfaatkan sebagai obat-obatan ini berkhasiat sebagai peluruh kentut (carminative), peluruh keringat (diaphoretic), antirematik, meningkatkan napsu makan (istomachica), dan menghilangkan sakit (analgesik). Kandungan kimia ada terdapat dalam kayu manis adalah minyak atsiri, eugenol, safrole, sinamaldehide, tanin, kalsium oksalat, damar, dan zat penyamak. Sifat kimia dari kayu manis adalah pedas, sedikit manis, hangat, dan wangi.
Menurut pakar obat-obatan herbal, Prof Hembing Wijayakusuma, kayu manis memiliki banyak khasiat obat. Di antaranya, obat asam urat, tekanan darah tinggi (hipertensi), radang lambung atau maag (gastritis), tidak napsu makan, sakit kepala (vertigo), masuk angin, perut kembung, diare, muntah-muntah, hernia, susah buang air besar, sariwan, asma, sakit kuning, dan lain-lain.
Sebagai obat asam urat, sebanyak 1 ibujari kayu manis, 5 gram biji pala, 5 butir kapulaga, 5 butir cengkeh, 200 gram ubi jalar merah, 10 butir merica, 15 gram jahe merah, direbus dengan 1.500 cc air hingga tersisa 500 cc. Ramuan kemudian disaring lalu ditambahkan 200 cc air susu cair dan diminum. Sementara ubinya yang ikut direbus dimakan.
Resep obat asam urat lainnya, 1 ibu jari kayu manis, 15 gram jahe merah, 5 gram biji pala, 5 butir kapulaga, 5 butir cengkeh, 4 lembar daun sosor bebek, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Air rebusan disaring dan diminum.
Mengatasi tekanan darah tinggi, 2 jari kayu manis, 10 gram asam trengguli, 10 gram kencur, 15 gram daun sena, dan 20 gram daun saga direbus dengan 500 cc air hingga tersisa 200 cc. Rebusan disaring dan diminum selagi hangat. Resep lainnya, 1 jari kulit kayu manis, 10 gram asam trengguli, 60 gram rambut jagung, dan 30 gram seledri, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Airnya kemudian disaring dan diminum hangat-hangat.
Obat maag, 10 gram kayu manis direbus dengan 200 cc air hingga tersisa 100 cc, lalu disaring dan diminum selagi hangat. Obat sakit kepala, 10 gram kayu manis, 3 butir cengkeh, 5 gram biji pala, 5 gram merica, 10 gram jahe, ditumbuk hingga menjadi bubuk. Lalu diseduh dengan air secukupnya, disaring, dan diminum secara teratur.
Mengatasi masuk angin dan perut kembung, 5 gram kayu manis, 10 gram jahe, 5 butir cengkeh, 5 gram pulasari, 5 gram adas, 5 gram biji pala, dan gula aren secukupnya, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 450 cc. Kemudian disaring dan diminum selagi hangat sebanyak 150 cc, lakukan tiga kali sehari.
Obat diare, 5 gram kayu manis, 5 lembar daun jambu biji, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Air disaring dan ditambahkan gula secukupnya, kemudian diminum 150 cc sebanyak dua kali sehari. Mag

Manfaat Bunga-Bunga

manfaat-bunga-bagi-kesehatan-tubuh-manusia
Bunga Mawar
Buka tak sekedar enak dipandang namun juga ternyata berkhasiat untuk kesehatan tubuh manusia. Apa saja manfaat Bunga bagi kesehatan tubuh manusia ? Jakarta, Tak hanya indah dipandang, ternyata bunga juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Apa saja manfaat bunga untuk kesehatan?
Kehidupan moderen dengan segala kemudahan dan kemajuan teknologinya, terkadang membuat orang sangat stres sehingga memicu berbagai macam penyakit. Salah satu senjata untuk mengatasi permasalahan ini adalah bunga dan tanaman.
Bunga merupakan bagian dari tanaman. Selain cantik, bunga juga kaya akan hormon tanaman. Karena adanya berbagai senyawa, bunga digunakan di seluruh dunia dalam pengobatan populer dan tradisional.
Kekuatan bunga dapat digunakan sebagai sebagai infus atau penambah cairan (biasanya teh bunga atau buah). Bunga juga dapat digunakan sebagai tapal untuk masalah kulit dan sebagai aroma terapi untuk berbagai penyakit.
Bunga juga berperan sebagai moderator suasana hati yang sehat dan alami dengan cara berikut:
Bunga berdampak langsung pada kebahagiaan
Bunga memiliki efek positif jangka panjang pada suasana hati
Bunga membuat hubungan semakin intim
Dilansir dari LifeMojo, Kamis (8/7/2010), selain manfaat emosional, bunga juga dapat memiliki pengaruh yang jauh lebih nyata pada tubuh manusia, antara lain:
1. Mawar
Rose atau mawar merupakan bunga yang sangat populer sebagai obat alami. Mawar sering digunakan dalam bentuk minuman untuk menyembuhkan hati dan usus, terutama dalam hal buang air besar, kandung empedu dan hati. Hal ini seharusnya sangat baik dalam masalah empedu. Aroma satu buket bunga mawar juga dapat meningkatkan suasana hati.
2. Marigold
Kelopak bunga Marigold digunakan untuk membuat obat cuci mata yang sangat baik. Marigold juga digunakan dalam pengobatan homeopati dan konvensional sebagai salep untuk penyembuhan luka. Marigold memiliki antiseptik, stimulan dan sifat anti-jamur.
3. Dandelion
Cairan dandelion dapat membantu mengobati anemia, penyakit kuning dan gugup. Ini juga dapat memurnikan darah.
4. Krisan
Minuman yang terbuat dari bunga krisan dapat membantu mengobati flu, demam, sakit kepala dan hipertensi. Jus krisan yang dioleskan ke atas kelopak mata juga dapat mengobati pembengkakan dan kemerahan mata yang terjadi karena polusi.
5. Bunga matahari
Cairan bunga matahari dapat mengurangi nyeri haid dan bisul. Berkumur dengan cairan bunga matahari juga dipercaya dapat mengurangi sakit tenggorokan dan tonsilitis.
Sumber:DetikHealth

Kulit berkudis

Kulit berkudis sikit sebanyak akan mencacatkan penampilan diri anda. Errrrkk, terutamanya pada tempat yang tak dapat nak disorok. Tentu anda nak cepat-cepat hilangkan dengan mengubati kudis tersebut. Seperti biasa, anda boleh gunakan bahan semulajadi jika masih belum menemui sebarang jalan penyelesaiannya.

Ada satu petua kecantikan yang boleh anda cuba. Melalui penggunaan kulit pisang kapas.

gambar pisang kapas

Caranya mudah saja;

Anda ambil kulit pisang kapas dan gosokkanlah pada bahagian yang berkudis tu. Amalkan cara mudah ni 2 kali sehari sehingga sembuh.

Mondokaki (Ervatamia divaricata (L.) Burk.)





    Sinonim :
    = E. coronaria, Stapf. = Tabernaemontana coronaria, Willd. = T. divaricata, R.Br.

    Familia :
    Apocynaceae

Uraian :
Mondokaki biasa ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan dan di taman-taman. Asalnya dari India, tersebar di kawasan Asia Tenggara serta kawasan tropik lainnya, dan dapat ditemukan dari dataran rendah sampai 400 m dpl. Perdu tegak yang banyak bercabang, tinggi 0,5-3 m, batang bulat berkayu, mengandung getah seperti susu. Daun tunggal, tebal seperti kulit, letak berhadapan, 9 bertangkai pendek. Helaian daun bentuknya bulat telur memanjang atau jorong, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, permukaan alas licin mengkilap, tulang daun menyirip, panjang 6-15 cm, lebar 2-4 cm, warnanya hijau. Tangkai bunga keluar dari ketiak daun, 1 atau sepasang, pendek dengan beberapa bunga. Bunga biasanya double, warnanya putih dengan bagian tengah berwarna kuning, diameter 5 cm, wangi. Buahnya buah kotak, bulat panjang, berbulu. Biji berdaging, berselaput, warnanya merah. Tanaman ini mempunyai akar tunggang, bentuknya silindrik, diameter 1-5 cm, warnanya kuning, permukaan luar bergabus tipis dan tidak mudah terkelupas. Perbanyakan dengan stek atau cangkok.

Nama Lokal :
Mondokaki, bunga wari (Jawa), bunga nyingin (Nusatenggara),; Kembang mantega, kembang susu (sunda), bunga manila,; Bunga susong.;


    Penyakit Yang Dapat Diobati :
    Bisul, Batuk berdahak, Radang Payudara, Digigit anjing gila; Hipertensi, Radang mata,Tulang patah, sakit gigi, Cacing keremi.; Diare, Gigitan binatang berbisa, Tenggorok bengkak, Terkilir.

BAGIAN YANG DIPAKAI: Akar, daun, bunga dan kulit batang.

KEGUNAAN:
Daun:
- Bisul.
- Batuk berdahak.
- Radang kelenjar payudara.
- Digigit anjing gila.
- Tekanan darah tinggi (hipertensi)
- Terkilir.

Getah daun:
- Radang mata, kekerdhan kornea.
- Mencegah timbulnya radang pada luka.

Akar:
- Tenggorok bengkak dan sakit, batuk.
- Tulang patah (fraktur), sakit gigi.
- Cacing keremi.
- Diare.
- Gigitan binatang berbisa seperti kalajengking.

PEMAKAIAN:
Untuk minum: 15-25 g, direbus
Pemakaian luar: Daun secukupnya dilumatkan, dipakai untuk menurap radang kulit, radang payudara, luka, dan bisul.

CARA PEMAKAIAN:
1. Diare:
    10-15 g akar,dicuci lalu dipotong tipis-tipis, direbus dengan 3 gelas
    air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, lalu
    diminum sedikit-sedikit.

2. Sakit gigi:
    Akar secukupnya dicuci bersih lalu dikunyah dengan gigi yang sakit.

3. Sakit mata, radang kulit dan luka:
    Daun secukupnya dicuci bersih bilas dengan air matang Ialu
    ditumbuk halus. Air perasannya dapat menyejukkan bila diteteskan
    pada mata yang sakit atau dioleskan pada radang kulit dan luka.

4. Cacing keremi:
    4 jari akar mondokaki dicuci dan dipotong-potong seperlunya, rebus
    dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin
    disaring, dibagi untuk 2 kali minum, habis dalam sehari.

5. Trachoma (radang mata kronis):
    3/4 jari akar mondokaki, 1/3 genggam daun saga, daun sena dan
    daun tempuh wiyang masing-masing 1/4 genggam, 1/2 jari kayu
    secang, 3/4 jari kulit mesoyi, 3/4 jari kulit kayu seriawan, dicuci
    dan dipotong-potong seperlunya. Rebus dengan 3 gelas air bersih
    sampai tersisa 1 1/2 gelas. Setelah dingin disaring, airnya untuk
    merambang mata yang sakit. Lakukan 3 kali sehari.

6. Batuk:
    15 lembar daun dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai
    tersisa 2 gelas. Setelah dingin disaring, tambahkan air gula
    seperlunya. Bagi untuk 3 kali minum, habis dalam sehari.

7. Radang payudara:
    20 lembar daun dicuci lalu ditumbuk halus, remas dengan 2 sendok
    makan air garam. Ramuan ini dipakai untuk menurap payudara yang
    sakit, lalu dibebat. Lakukan 2 kali sehari.

8. Radang kulit bernanah:
    Bunga segar secukupnya dicuci bersih lalu ditumbuk halus.
    Tambahkan sedikit minyak kelapa, aduk sampai merata. Ramuan ini
    dipakai untuk menurap kulit yang meradang. 

FOLIUM




01.    ABRI FOLIUM
02.    ACHILEAE FOLIUM
03.    AGLAIAE FOLIUM
04.    ANACARDII FOLIUM
05.    APII GRAVEOLENTIS        FOLIUM
06.    BAECKEAE FOLIUM
07.    BASILICI FOLIUM
08.    BATATASAE FOLIUM
09.    BLUMEAE FOLIUM
10.    CARICAE FOLIUM
11.    CARYOPHYLLI       FOLIUM
12.    CASSIAE FOLIUM
13.    COCAE FOLIUM
14.    COLEI AMBOINICI       FOLIUM
15.    COLEI SEUTELLA      ARIODI FOLIUM
16.    CYCLEAE BARBATAE       FOLIUM
17.    CYMBOPOGONIS       FOLIUM
18.    DESMODII FOLIUM
19.    DIGITALIS FOLIUM
20.    DIGITALIS LANATAE      FOLIUM

21.    ECLIPTAE FOLIUM
22.    ELEPHANTOPI       FOLIUM
23.    GUAZUMAE FOLIUM
24.    HEMIGRAPHIDIS FOLIUM
25.    HIBISCI ROSA – SINENSIS FOLIUM
26.    JASMINI FOLIUM
27.    MELALEUCAE FOLIUM
28.    MURRAYAE FOLIUM
29.    ORTHOSIPHONIS        FOLIUM
30.    PANDANIS FOLIUM
31.    PERSEAE FOLIUM
32.    PIPERIS FOLIUM
33.    POLYANTHI FOLIUM
34.    PSIDII FOLIUM
35.    SAUROPI FOLIUM
36.    SENNAE FOLIUM
37.    SERICOCALYCIS FOLIUM
38.    SONCHI FOLIUM
39.    SYMPLOCI FOLIUM
40.  THEAE FOLIUM



1.      ABRI FOLIUM
Nama Lain                          : Daun saga
Nama Tanaman Asal           : Abrus  precatorius ( L. )
Keluarga                              : Papilionaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Glisirizin sampai 15 %,
                                              Ca-Oksalat
Penggunaan                         : Obat Sariawan
Pemerian                             : Bau lemah, rasa agak manis, khas
Bagian Yang Digunakan     : Anak daun
    Waktu Panen                       : Panen pertama dapat dilakukan setelah tanaman berumur 6 – 9 bulan.
Cara panenan daun yang praktis adalah  dengan memangkas tanaman setinggi 25 – 30 cm dari tanah. Dengan cara ini diperoleh kenaikan produksi daun dibanding dengan cara dipetik tanpa dipangkas
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

2.      ACHILEAE FOLIUM
      Nama Lain                          : Daun seribu
      Nama Tanaman Asal           : Achillea  millefolium ( L.)
      Keluarga                              : Asteraceae
    Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Minyak atsiri yang mengandung khamazulen, azulen
      Penggunaan                         : Antipiretika,diaforetika,
                                                    karminativa
      Pemerian                             : Bau agak tajam, khas,  rasa mula -
                                            mula tawar  lama kelamaan menimbulkan rasa agak gatal / tebal di lidah
Bagian Yang Digunakan     : Daun
                      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

3.      AGLAIAE FOLIUM
Nama Lain                          : Daun pacar cina
Nama Tanaman Asal           : Aglaia odorata (Lour)
Keluarga                              : Meliaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Minyak atsiri alkaloida, damar,
                                              garam-garam mineral
Penggunaan                         : Mengurangi haid, obat gonorrhoe
Bagian Yang Digunakan     : Anak daun
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

4.      ANACARDII FOLIUM
Nama Lain                            :       Daun jambu mete, daun jambu
                                              monyet
Nama Tanaman Asal           : Anacardium occidentale (L)
Keluarga                              : Anacardiaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Tanin,  galat,  flavonol,  asam 
                                              anakardol,  asam elagat, senyawa
                                              fenol, kardol, metil alkohol
Penggunaan                         : Daun segar untuk pengobatan luka
                                              bakar dan lepuh
Pemerian                             : Bau aromatik, rasa kelat
Bagian Yang Digunakan     : Daun
                      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

5.      APII GRAVEOLENTIS FOLIUM
Nama  Lain                         : Daun seledri
Nama Tanaman Asal           : Apium graveolens (L)
Keluarga                              : Apiaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Flavo-glukosida (apiin), zat  pahit , 
                                              minyak atsiri, vitamin, kaolin,
                                              lipase
Penggunaan                       : Memacu enzim pencernaan (sto-makik), peluruh  air seni (diu-retika)
Pemerian                             : Bau aromatik, rasa agak asin,   
                                              sedikit   pedas  , menimbulkan rasa
                                              tebal di lidah
Bagian Yang Digunakan     : Daun
                      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik
6.      BAECKEAE FOLIUM
Nama Lain                          : Daun jungrahab
Nama Tanaman Asal           : Baeckeae frutescens
Keluarga                              : Myrtaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Minyak atsiri
Penggunaan                         : Diuretika, obat sakit perut, muntah
                                              (emetika)
Pemerian                             : Tidak berbau, rasa pahit
Bagian Yang Digunakan     : Daun
                      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

7.      BASILICI FOLIUM
Nama Lain                          : Daun selasih
Nama Tanaman Asal           : Ocimum basilicum (L)
Keluarga                              : Lauraceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Minyak menguap,  osimen, pinen,
                                              terpen, sineol, metil  khavikol
Penggunaan                         : Peluruh   dahak  (ekspektoransia), peluruh  haid   (emenagoga),  karminativa, pencegah  mual,  penambah nafsu makan, pengelat (adstringen), penurun panas (antipiretika), pereda kejang,  pengobatan   pasca persalinan
      Pemerian                             : Berbau aromatik khas, rasa sedikit
                                                    Asam.
      Bagian Yang Digunakan     : Daun
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

8.      BATATASAE FOLIUM
Nama Lain                          : Daun ubi jalar
Nama Tanaman Asal           : Ipomoea batatas (L)
Keluarga                              : Convolvulaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Vitamin A, B ,C, diduga  mengan-
                                              dung  zat  menyerupai insulin
Penggunaan                         : Mempercepat pematangan bisul
Pemerian                             : Bau lemah tidak berasa
Bagian Yang Digunakan     : Daun
                      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik
9.      BLUMEAE FOLIUM
Nama Lain                          : Daun sembung
Nama Tanaman Asal           : Blumea balsamifera
Keluarga                              : Asteraceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Minyak atsiri yang mengandung  
                                              kamfer, zat penyamak ( tanin ) dan
                                              damar
Penggunaan                         : Karminativa, sudorifika, obat
                                              batuk, adstrigen
Pemerian                             : Bau mirip kamfer, rasa agak pahit
Bagian Yang Digunakan     : Daun
                      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

10.  CARICAE FOLIUM
Nama Lain                          : Daun pepaya
Nama Tanaman Asal           : Carica papaya (L)
Keluarga                              : Caricaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Enzim papain, alkaloid karpaina     
                                              pseudo- karpina, glikosid, karposid
                                              dan saponin
Penggunaan                         : Anti demam
Pemerian                             : Bau aromatik khas, rasa sangat
                                              pahit
      Bagian Yang Digunakan     : Daun
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

11.  CARYOPHYLLI FOLIUM
Nama Lain                          : Daun cengkeh
Nama Tanaman Asal           : Syzygium aromaticum (L) Merr &
                                              Perry disebut juga  Eugenia
                                              aromatica (L).  Bail  atau  Eugenia
                                              caryophyllata Thumb
Keluarga                              : Myrtaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Minyak atsiri, tanin galat, kalsium
                                              oksalat
Penggunaan                         : Aromatik, Karminatif, Stimulan
Pemerian                             : Bau aromatik ,  rasa pedas agak
                                              pahit, agak menggigit dan  menim-
                                              bulkan rasa tebal
Bagian Yang Digunakan     : Daun
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

12.  CASSIAE FOLIUM
Nama Lain                          : Daun ketepeng
Nama Tanaman Asal           : Cassia alata  (L)
Keluarga                              : Caesalpiniaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Rein aloe-emodina, rein aloe-
                                              emodinadiantron,rein alo-emodina,
                                              asam krisofanat
Penggunaan                         : Obat kurap, obat kelainan kulit
                                              yang disebabkan oleh parasit kulit,
                                              pencahar ( laksan )
Pemerian                             : Bau khas, lemah , mula-mula tidak
                                              berasa, lama-lama  agak kelat
Bagian Yang Digunakan     : Anak daun
                      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

13.  COCAE FOLIUM
      Nama Lain                          : Daun koka
Nama Tanaman Asal           : Erythroxylon coca varietas Spruce-
                                              anum ( Bruck )
Keluarga                              : Erythroxylaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Alkaloida kokaina (0,7%),sinamil-
                                              kokaina,minyak atsiri yang me-
                                              ngandung damar dan zat warna
Penggunaan                         : Diambil kokainanya  dipakai untuk 
                                              membuat minuman coca setelah
                                              bebas kokaina
Pemerian                             : Bau lemah rasa pahit
Jenis-jenis                            : Koka Bolivia dari Erythroxylon coca varietas coca.Koka Peru dan Koka Jawa dari Erythroxylon  coca varietas spruceanum. Koka Kolumbia dari Erythroxylon  coca varietas novogranatense.
Perbedaan  Koka  Bolivia dengan Koka Jawa adalah  alkaloid Koka Bolivia tidak sebanyak Koka Jawa, tetapi kadar cocainnya lebih tingi.
                      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik terlin-
                                                                    dung dari cahaya dalam lemari ter-
                                                                    kunci karena termasuk narkotika.

14.  COLEI AMBOINICI FOLIUM
Nama Lain                          : Daun jinten
Nama Tanaman Asal           : Plectranthus amboinicus, disebut
                                              juga Coleus amboinicus lour
Keluarga                              : Lamiaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Kalium, minyak atsiri (0,043%
                                              bobot segar, 0,2 %  bobot kering )
Persyaratan Kadar               : Persyaratan  kadar  minyak  atsiri
                                              tidak kurang  dari 0,2 % v/b
Penggunaan                         : Penurun panas ( anti piretik ), sakit
                                                    kepala (analgetik), obat luka,
                                                    sariawan
Pemerian                             : Bau sangat aromatik, rasa agak 
                                              pedas, agak asam, getir dan mem-
                                              buat rasa tebal di lidah
Bagian Yang Digunakan     : Daun dan pucuk
                      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

15.  COLEI SEUTELLAARIODI FOLIUM
Nama Lain                          : Daun miana
Nama Tanaman Asal           : Plectranthus scutellarioides
Keluarga                              : Lamiaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Minyak Atsiri, Tanin
Persyaratan Kadar               : Kadar minyak atsiri tidak kurang
                                              dari 0,3 % v/b
Penggunaan                         : Obat wasir, peluruh haid (emena-
                                              goga), penambah nafsu makan
                                              (stomakik)
Pemerian                             : Tidak berbau, mula-mula tidak be-
                                              rasa, lama kelamaan agak pahit.
Bagian yang digunakan      : Daun dan Pucuk

16. CYCLEAE BARBATAE FOLIUM
Nama Lain                          : Daun cincao
Nama Tanaman Asal           : Cyclea barbata miers
Keluarga                              : Menispermaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Alkaloida, lendir
Penggunaan                         : Antipiretik, stomakikum
Pemerian                             : Tidak berbau, tidak berasa, tetapi
                                              berlendir
Bagian Yang Digunakan     : Daun
                      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

17. CYMBOPOGONIS FOLIUM
Nama Lain                          : Daun sereh
Nama Tanaman Asal           : Cymbopogon nardus (L) Rendle
Keluarga                              : Poaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Minyak atsiri yang mengandung 
                                              geraniol  dan  sitronelal
Penggunaan                       : Peluruh angin (karminatif), pereda  kejang (antispasmodik), penurun   panas   (antipiretik), penambah nafsu makan ( stomakik )
Pemerian                             : Bau khas aromatik, rasa agak
                                              pedas aromatik
Bagian Yang Digunakan     : Daun
                      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

18.  DESMODII FOLIUM
Nama Lain                          : Daun duduk
Nama Tanaman Asal           : Desmodium triquetrum ( DC )
Keluarga                              : Papilionaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Alkaloida hifaforin dan trigonelin
Penggunaan                         : Zat penyamak, kalsium silikat,
                                              tonikum diuretik
Pemerian                             : Bau lemah rasa agak kelat
Bagian Yang Digunakan     : Daun
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

19.  DIGITALIS FOLIUM
Nama Lain                          : Daun digitalis / Daun jari
Nama Tanaman Asal           : Digitalis purpurea (L)
      Keluarga                              : Scrophulariaceae
      Zat Berkhasiat Utama / Isi  :
      Glukosida dan terurai menjadi Glukosa dan Aglukon
3 Glukosida terpenting yaitu :
Purpureaglukosida A : Digitoksina : Digitoksigenina +                 3 Digitoksosa + Glukosa
Purpureaglukosida B : Gitoksina : Gitoksigenina +                       3 Digitoksosa + Glukosa
Purpureaglukosida C : Gitalina : Gitaligenina + 3 Digitoksosa
      Persyaratan Kadar               : Potensi tidak kurang dari 10 S.I
                                                    tiap Gram
Penggunaan                         : Kardiatonika
      Pemerian                             : Bau lemah rasa pahit
      Bagian Yang Digunakan     : Daun
      Sediaan                               : Digitalis Pulvis (F.I), Digitalis
      Compressi (F.I), Digitoxinum (F.I), DigitoxiniCompressi(F.I),
      Digitoxini Injectio (F.I)
Waktu Panen                       : Daun Digitalis dipungut dengan tangan dan bukan dengan mesin, agar sedikit mungkin debu pasir yang melekat pada daun dan untuk menghindari terpetiknya daun-daun kering atau yang telah menguning. Daun yang telah dipetik, dikumpulkan dan segera dikeringkan pada suhu ± 60.




20.  DIGITALIS LANATAE FOLIUM
Nama Lain                            : Daun digitalis lanata
Nama Tanaman Asal             : Digitalis lanata ( Ehrh. )
      Keluarga                                : Scrophulariaceae
      Zat Berkhasiat Utama / Isi  :
Glukosida-glukosida terdiri dari 5 golongan :
  1. Digitoksigenina : Ianatosida A
  2. Gitoksigenina    : Ianatosida B
  3. Digoksigenina   : Digoksina
  4. Diginatigenina   : Diginatika
  5. Gitaloksigenina : Gitaloksina
Penggunaan                       : Isolasi Glukosa terutama Digoksina
      Pemerian                             : Bau Lemah, Rasa Hangat Pahit
      Bagian Yang Digunakan     : Daun
      Sediaan                               : 1. Digoxinum (F.I.)
                                                    2. Digoxini Compressi (F.I.)
      Perbedaan Digitalis Purpurea dan Digitalis Lanata :
Digitalis Purpurea
Digitalis Lanata
v  Daun berambut
v  Bentuk daun bulat telur memanjang sampai bulat telur melebar
v  Setengah bagian bawah daun berambut
v  Bentuk daun sundip bulat memanjang
v  Tepi daun bergerigi atau beringgit tidak beraturan, kadang-kadang bergerigi, pucuk daun agak runcing, pangkal daun dekuren / telinga
v  Bagian bawah rata dan samar-samar berombak bergerigi kearah ujung daun


Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup rapat berisi
                                              zat pengering




21.  ECLIPTAE FOLIUM
Nama Lain                          : Daun urang - aring
Nama Tanaman Asal           : Eclipta protrata
Keluarga                              : Asteraceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Alkaloida nikotin, ekliptin
Penggunaan                         : Adstringen, perawatan rambut
Pemerian                             : Bau lemah, khas, tidak berasa
Bagian Yang Digunakan     : Daun
                      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

22.  ELEPHANTOPI FOLIUM
Nama Lain                          : Daun tapakliman
Nama Tanaman Asal           : Elephantopus scaber (L)
      Keluarga                              : Asteraceae
      Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Flavonoida luteolin-7-glukosida
Penggunaan                         : Anti demam, Adstringen
Pemerian                             : Tidak berbau, mula-mula tidak
                                              berasa, lama kelamaan agak pahit
      Bagian Yang Digunakan     : Daun
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

23. GUAZUMAE FOLIUM
      Nama Lain                          : Daun jatiblanda
    Nama Tanaman Asal           : Guazuma ulmifolia (Lamarck) Varietas tomantosa (Schumacher).
      Keluarga                              : Sterculiaceae
      Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Zat penyamak (tanin), lendir,
                                                    damar
      Penggunaan                         : Astringen, obat langsing
      Pemerian                             : Bau aromatik lemah, rasa agak
                                                    kelat
Bagian Yang Digunakan     : Daun
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik




24.  HEMIGRAPHIDIS FOLIUM
Nama Lain                          : Daun sambang getih
Nama Tanaman Asal           : Hemigraphis alternata (Burn.F) T.
                                              Anders
Keluarga                              : Acanthaceae
Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Garam kalium, garam natrium,
                                              minyak atsiri
Penggunaan                         : Diuretika
Pemerian                             : Tidak berbau, rasa agak pahit
Bagian Yang Digunakan     : Daun
Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

25. HIBISCI ROSA – SINENSIS FOLIUM
Nama lain                            : Daun kembang sepatu
Nama Tanaman Asal           : Hibiscus rosa-sinensis (L)
      Keluarga                              : Malvaceae
      Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Hibisetin, zat pahit, lendir
Penggunaan                         : Kompres, peluruh dahak (Ekspek-
                                              toran), Emoliensia
      Pemerian                             : Tidak berbau, rasa agak asin,
                                                    berlendir
      Bagian Yang Digunakan     : Daun
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

26.  JASMINI FOLIUM
Nama Lain                          : Daun melati
      Nama Tanaman Asal           : Jasminum sambac (L) w.Ait
      Keluarga                              : Oleaceae
      Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Minyak atsiri
      Penggunaan                         : Obat bisul, menghentikan ASI
      Pemerian                             : Bau agak keras, rasa agak tawar
      Bagian Yang Digunakan     : Daun
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik


27.  MELALEUCAE FOLIUM
Nama Lain                          : Daun kayu putih
Nama Tanaman Asal           : Melaleuca leucadendra (L)
      Keluarga                              : Myrtaceae
      Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Minyak atsiri, sineol
      Penggunaan                         : Perdarahan stomachicum,                                                               spasmolika
Pemerian                             : Bau aromatik khas, rasa pahit
Waktu Panen                       : Setelah tanaman berumur 3 – 4 tahun atau kurang. Pemangkasan dilakukan setiap kali, setelah dipanen daunnya untuk memperbanyak cabang dan daun serta mempermudah pemetikan. Panen pada tahun berikutnya dilakukan 2 – 3 kali tiap tahun.
      Jenis – Jenis                         : Di Pulau Buru terdapat 2 varietas kayu putih. Kayu putih merah, kayunya berwarna merah, daunnya agak besar. Kayu putih, kayunya berwarna putih dan daunnya kecil.
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

28.  MURRAYAE FOLIUM
Nama Lain                          : Daun kemuning
Nama Tanaman Asal           : Murraya paniculata ( Jack )
      Keluarga                              : Rutaceae
      Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Minyak atsiri, damar, zat penya-
                                                    mak (tanin), glukosida murayin
      Penggunaan                         : Antitiroida, obat gonorrhoe
      Pemerian                             : Bau khas aromatik bila diremas
                                                    rasa agak pedas, agak pahit dan
                                                    kelat
      Bagian Yang Digunakan     : Daun
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

29.  ORTHOSIPHONIS FOLIUM
      Nama Lain                          : Daun kumis kucing, daun
                                                    remujung, Java tea
    Nama Tanaman Asal           : Orthosiphon aristatus (BL) Miq, disebut juga Orthosiphon grandiflorus (Bold) dan Orthosiphon stamineus ( Benth )
      Keluarga                              : Lamiaceae
      Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Garam kalium, glukosida orthosi-
                                                    phon, minyak atsiri dan saponin
      Penggunaan                         : Diuretika
      Pemerian                             : Bau khas aromatik lemah, rasa
                                                    agak asin, agak pahit dan sepet
      Jenis – Jenis                         :
      1. Berbunga biru
2. Berbunga putih dengan batang, tulang daun dan tangkai bunga yang berwarna coklat kemerahan
      3. Berbunga putih
      Sediaan                               : Orthosiphonis infusum ( For.Nas )
      Waktu Panen                       : Dikumpulkan pada waktu tanaman
                                                    mulai mengeluarkan kuncup
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik,
                                                    terlindung dari cahaya

30.  PANDANIS FOLIUM
      Nama Lain                          : Daun pandan
      Nama Tanaman Asal           : Pandanus amarryllifolius roxb
      Keluarga                              : Pandanaceae
      Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Minyak menguap
      Penggunaan                         : Bahan pewangi
      Pemerian                             : Bau khas aromatik, tidak berasa
      Bagian Yang Digunakan     : Daun
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

31.  PERSEAE FOLIUM
      Nama Lain                          : Daun advokat
      Nama Tanaman Asal           : Persea americana ( Mill. ) disebut
                                                    pula persea gratissima ( Gaertn.f  )
      Keluarga                              : Lauraceae
      Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Gula alkohol persiit 4,7 %
Penggunaan                         : Diuretik
      Pemerian                             : Bau aromatik lemah, rasa pahit dan
                                                    kelat
      Bagian Yang Digunakan     : Daun
      Waktu Panen                       : Jangan dilakukan pemangkasan sebelum mencapai 7 – 10 tahun. Tanaman dapat diperbanyak dengan biji dan dengan cara Okulasi
      Jenis Dan Perbedaan           : Dikenal 3 tipe pohon advokat yang dapat dibedakan berdasarkan bentuk dan aromanya : Advokat Hindia Barat (West Indian), Advokat Guatemala, Advokat Meksiko. Jenis unggul yaitu tipe Hindia Barat dan Tipe Guatemala termasuk Perseae gratissima, digolongkan dalam Perseae gratiissima varietas Drymifolia.
      Penyimpanan                       : Dalam Wadah Tertutup Baik

32.  PIPERIS FOLIUM
      Nama Lain                          : Daun sirih
      Nama Tanaman Asal           : Piper betle (L) us
      Keluarga                              : Piperaceae
      Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Minyak atsiri yang mengandung
                                                    Fenol yang khas disebut betelfenol
                                                    atau aseptol
      Penggunaan                         : Anti sariawan, anti batuk, anti
                                                    septik
      Pemerian                             : Bau aromatik khas, rasa pedas
                                                    khas
      Bagian Yang Digunakan     : Daun
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

33. POLYANTHI FOLIUM
      Nama Lain                          : Daun salam
      Nama Tanaman Asal           : Syzygium polyanthum (Wight)
                                                    Walp .Disebut juga Eugenia
                                                    polyantha (Wight.)
      Keluarga                              : Myrtaceae
      Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Minyak atsiri, tanin
Penggunaan                         : Anti diare
      Pemerian                             : Bau aromatik lemah, rasa kelat
      Bagian Yang Digunakan     : Daun
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik,
                                                    terlindung dari cahaya
34. PSIDII FOLIUM
      Nama Lain                          : Daun jambu biji
      Nama Tanaman Asal           : Psidium guajava ( L. )
      Keluarga                              : Myrtaceae
      Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Zat penyamak 9 %, minyak atsiri
                                                    yang berwarna kehijauan dan
                                                    berisi Egenol
Penggunaan                         : Anti diare, Adstringens
      Pemerian                             : Bau aromatik, rasa sepat
      Bagian Yang Digunakan     : Daun
      Waktu Panen                       : Dapat dilakukan setelah tanaman
                                                    berumur 6 – 9 bulan
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

35.  SAUROPI FOLIUM
      Nama Lain                          : Daun katuk
Nama Tanaman Asal           : Sauropus androgynus
Keluarga                              : Euphorbiaceae
      Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Protein, lemak, kalsium
      Penggunaan                         : Memperlancar keluar ASI, obat
                                                    bisul
      Pemerian                             : Bau aromatik lemah, rasa tawar
      Bagian Yang Digunakan     : Daun
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

36.  SENNAE FOLIUM
Nama Lain                          : Daun sena
Nama Tanaman Asal           : Casssia acutifolia ( Del. )
                                              Cassia angustifolia ( Vahl. )
      Keluarga                              :
      Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Rhein, aloe-emodin dan asam krin
      Penggunaan                         : Pencahar
      Pemerian                             : Bau lemah, rasa khas berlendir dan
                                                    agak pahit
      Bagian Yang Digunakan     : Anak daun
      Jenis Dan Perbedaan           : Cassia acutifolia dalam perda-gangan dikenal dengan nama daun sena Iskandariah, dan daun berambut. Berwarna hijau pucat keabuan, rapuh,tipis, helai daun berombak. Cassia angustifolia disebut daun sena Tinnevelly warna hijau kekuningan, helai daun datar
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

37.  SERICOCALYCIS FOLIUM
      Nama Lain                          : Strobilanthi Folium, daun kecibe-
                                                    ling dan daun ngokilo, daun keji-
                                                    beling
Nama Tanaman Asal           : Sericocalyx crispus (L.)Bremeck
  disebut juga Strobilanthes crispus L
      Keluarga                              : Acanthaceae
      Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Kalium, silikat
      Penggunaan                         : Diuretika
      Pemerian                             : Bau lemah, rasa agak sepet dan
                                                    pahit
      Bagian Yang Digunakan     : Daun
      Cara Memperoleh                : Panen dilakukan dengan memang-kas tanaman bagian pucuk sepanjang 20-30 cm. Cabang pucuk dan daun dapat langsung dijemur atau sebelum dijemur daun-daun pada cabang pucuk dipetik lebih dahulu baru kemudian dijemur. Lama penjemuran 2-3 hari, pada hari yang cerah
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik, kering

38.  SONCHI FOLIUM
Nama Lain                          : Daun tempuyung
Nama Tanaman Asal           : Sonchus arvensis ( L )
      Keluarga                              : Asteraceae
      Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Kalium, silikat
      Penggunaan                         : Diuretika
      Pemerian                             : Bau lemah, rasa agak kelat
      Bagian Yang Digunakan     : Daun
Waktu Panen                       : Panen yang pertama dilakukan pada umur dua bulan setelah ditanam. Panen selanjutnya dilakukan tiap-tiap 0,5 bulan sampai 1 bulan sekali hingga tanaman berumur 3 sampai 5 bulan setelan tanam. Daun segar harus segera dikeringkan dengan alat pengering.
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

39.  SYMPLOCI FOLIUM
Nama Lain                          : Daun sariawan
Nama Tanaman Asal           : Symplocos odoratissima
                                             (BI. Choisy)
      Keluarga                              : Symplocaceae
      Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Garam - garam aluminium, zat
                                                    penyamak
Penggunaan                         : Obat kumur
      Pemerian                             : Tidak berbau dan tidak berasa
      Bagian Yang Digunakan     : Daun
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik

40.  THEAE FOLIUM
      Nama Lain                          : Daun teh
      Nama Tanaman Asal           : Camellia sinensis ( L ) O.K. yang
                                                    disebut juga Thea sinensis
      Keluarga                              : Theaceae
      Zat Berkhasiat Utama / Isi  : Coffein, tanin dan sedikit minyak
                                                    atsiri           
Penggunaan                         : Anti dotum, keracunan alkaloida
                                                    & logam-logam berat, Analeptika,
                                                    stimulansia
      Pemerian                             : Tidak berbau, tidak berasa, lama
                                                    kelamaan kelat
      Bagian Yang Digunakan     : Daun
      Penyimpanan                       : Dalam wadah tertutup baik